Cara Membuat Catatan Arisan yang Rapi (Lengkap dengan Contoh Tabel)

Dipublikasikan 4 November 2026 · 6 menit baca

Untuk membuat catatan arisan yang rapi dan tidak memicu salah paham, pisahkan buku atau tabel arisan menjadi empat daftar: daftar anggota beserta jumlah nomor (slot), tabel setoran per putaran, daftar giliran pemenang kocokan, dan catatan kas konsumsi. Jangan menggabungkan uang arisan dengan uang pribadi atau uang warung, dan jangan hanya mengandalkan tanda centang tanpa mencatat tanggal serta nominal bagi anggota yang mencicil. Dengan cara di bawah ini, setiap anggota bisa mengecek sendiri siapa yang sudah lunas, berapa uang yang terkumpul, dan siapa yang belum dapat giliran.

Ringkasnya:
  1. Tentukan aturan main di awal: nominal per slot, jadwal setor, dan batas waktu sebelum kocokan.
  2. Catat daftar anggota dan jumlah slot (nomor) yang diambil masing-masing.
  3. Buat tabel setoran per putaran yang membedakan status Lunas, Kurang (mencicil), dan Belum.
  4. Catat daftar giliran pemenang kocokan beserta tanggal dan jumlah uang yang diserahkan.
  5. Pisahkan catatan uang kas atau konsumsi dari uang setoran utama arisan.
  6. Bagikan rekap singkat ke grup WhatsApp setiap selesai kocokan.

Kenapa catatan arisan sering selisih atau bikin sungkan?

Menjadi bendahara arisan RT, PKK, keluarga besar, atau sesama pedagang pasar sering kali terasa gampang di putaran pertama, lalu mulai memusingkan di tengah jalan. Masalahnya hampir selalu datang dari tiga hal.

Pertama, ada anggota yang ikut lebih dari satu nomor (misalnya ambil 2 slot), tetapi di buku hanya ditulis satu baris tanpa keterangan jelas. Kedua, ada peserta yang baru membayar separuh iuran minggu ini dan berjanji melunasi sisanya minggu depan—mirip seperti kasus kasbon pelanggan di warung—tetapi telanjur diberi tanda centang lunas. Ketiga, uang konsumsi atau uang kas RT dicampur di satu amplop dengan uang kocokan utama, sehingga waktu uang akan diserahkan ke pemenang, jumlahnya kurang Rp50.000 atau Rp100.000 dan bendahara terpaksa menomboki dari kantong sendiri.

Supaya kamu tidak perlu menomboki atau berdebat dengan tetangga dan saudara, ikuti enam langkah pencatatan berikut.

6 langkah membuat catatan arisan yang rapi dan transparan

1. Tulis kesepakatan arisan di halaman pertama

Sebelum putaran pertama dimulai, tulis aturan dasar di bagian paling atas buku atau sheet pengaturan:

Kalau kamu ingin menghitung cepat berapa nilai kocokan per putaran dan estimasi sisa kas konsumsi sebelum rapat pertama, coba dulu kalkulator kocokan & kas arisan.

2. Buat daftar anggota dan jumlah slotnya

Catat nama lengkap atau nama panggilan yang jelas (jangan ada dua nama "Bu Siti" tanpa pembeda), nomor WhatsApp, jumlah slot yang diambil, dan total kewajiban setorannya per putaran. Anggota yang mengambil 2 slot berarti wajib menyetor 2 kali lipat setiap putaran dan berhak menang kocokan sebanyak 2 kali selama satu periode arisan.

Sama seperti prinsip di cara memisahkan uang usaha dan uang pribadi, siapkan dompet, amplop plastik bersekat, atau rekening terpisah khusus untuk menampung setoran arisan ini agar tidak pernah terpakai untuk belanja rumah atau modal dagangan.

3. Gunakan status Lunas, Kurang, dan Belum di tabel setoran

Kesalahan paling fatal pada buku arisan biasa adalah memakai tanda centang (✓) untuk semua orang yang menyetor, padahal ada yang baru membayar sebagian. Kalau iuran per slot Rp200.000 dan seorang anggota baru menitipkan Rp100.000, jangan beri tanda lunas.

Catat nominal uang yang masuk beserta tanggal dan cara bayarnya (tunai atau transfer). Di tabel rekap putaran, bedakan tiga status dengan jelas:

4. Buat tabel khusus giliran pemenang kocokan

Jangan hanya mengandalkan ingatan atau coretan kecil di samping nama anggota untuk menandai siapa yang sudah pernah menang. Buat satu tabel urut dari Putaran 1 sampai putaran terakhir yang mencatat:

Dengan tabel ini, anggota yang punya 1 slot dan sudah menang di Putaran 3 langsung terlihat sudah habis hak kocoknya, sedangkan anggota yang punya 2 slot dan baru menang 1 kali masih punya 1 sisa hak kocok untuk putaran berikutnya.

5. Pisahkan catatan kas konsumsi dari uang kocokan utama

Banyak arisan warga atau keluarga memungut iuran tambahan Rp10.000–Rp20.000 per pertemuan untuk biaya snack tuan rumah, teh-kopi, kas sosial, atau doorprize akhir periode. Buat halaman atau tabel terpisah khusus Kas Arisan dengan kolom: tanggal, keterangan, uang masuk, uang keluar, dan saldo berjalan—persis seperti membuat catatan kas harian UMKM.

Misalnya dari 12 slot terkumpul iuran konsumsi 12 × Rp15.000 = Rp180.000 per putaran, lalu diberikan ke tuan rumah Rp100.000 untuk beli kue dan air mineral. Sisa Rp80.000 masuk ke saldo kas arisan dan tidak boleh menyentuh uang kocokan utama yang Rp2.400.000.

6. Kirim laporan singkat di grup WhatsApp selesai acara

Transparansi membuat pengurus dipercaya dan mengingatkan anggota yang belum bayar tanpa perlu menagih dengan canggung. Sore atau malam hari setelah arisan selesai, kirim pesan ringkas ke grup WhatsApp (pola pengingat sopan ini juga efektif dipakai pada pengelolaan tagihan bulanan kos-kosan):

"Selamat malam Bapak/Ibu, berikut rekap Arisan RT 05 Putaran ke-8 (Minggu, 4 November): Pemenang kocokan: Bu Lestari. Target kocokan: Rp2.400.000 (terkumpul Rp2.100.000, menunggu pelunasan 2 anggota sebesar Rp300.000). Saldo kas konsumsi saat ini: Rp395.000. Bagi yang setorannya masih kurang atau belum sempat hadir, ditunggu transfer/titipannya maksimal Rabu ya. Terima kasih."

Contoh catatan arisan 10 anggota (12 slot) dengan angka lengkap

Mari kita lihat contoh nyata Arisan RT 05 Cempaka yang diikuti 10 orang anggota, tetapi Bu Hj. Maryam dan Pak Bambang masing-masing mengambil 2 nomor (slot). Artinya:

Saat ini arisan sedang berada di Putaran ke-8. Berikut contoh tabel status setoran untuk 5 anggota pertama pada Putaran 6 sampai Putaran 8:

Nama Anggota Slot Wajib Setor / Putaran Putaran 6 Putaran 7 Putaran 8 (Berjalan) Tunggakan
Bu Ratna 1 Rp200.000 Lunas (Rp200.000) Lunas (Rp200.000) Lunas (Rp200.000) Rp0
Bu Hj. Maryam 2 Rp400.000 Lunas (Rp400.000) Lunas (Rp400.000) Lunas (Rp400.000) Rp0
Bu Lestari 1 Rp200.000 Lunas (Rp200.000) Lunas (Rp200.000) Lunas (Rp200.000) Rp0
Bu Ningsih 1 Rp200.000 Lunas (Rp200.000) Lunas (Rp200.000) Kurang (baru Rp100.000) Rp100.000
Pak Hendra 1 Rp200.000 Lunas (Rp200.000) Lunas (Rp200.000) Belum (Rp0) Rp200.000

Dari tabel di atas (ditambah 5 anggota lain termasuk Pak Bambang yang sudah lunas semua untuk 6 slot sisanya), bendahara langsung tahu posisi uang di Putaran ke-8 tanpa perlu menghitung ulang dari awal:

Di tabel Giliran Kocok, pemenang Putaran 8 (Bu Lestari) tercatat berhak menerima Rp2.400.000, dengan keterangan uang yang sudah dipegang bendahara Rp2.100.000 dan kurang Rp300.000 menunggu pelunasan Bu Ningsih serta Pak Hendra. Ketika hari Selasa Bu Ningsih menyerahkan sisa Rp100.000 dan Pak Hendra mentransfer Rp200.000, bendahara tinggal mencatat kedua pembayaran itu untuk Putaran 8: status keduanya berubah menjadi Lunas, tunggakan menjadi Rp0, dan dana Rp2.400.000 diserahkan utuh kepada Bu Lestari.

Ingin tabel arisan otomatis di Excel & Google Sheets?

Template Catatan Arisan di Paket Junbiku sudah menyiapkan 8 sheet yang saling terhubung: daftar anggota (mendukung 1 sampai banyak slot per orang), tabel Status Setoran otomatis (Lunas, Kurang, Belum) hingga 24 putaran, rekap tunggakan, tabel Giliran Kocok yang menandai merah bila ada nama menang melebihi jatah slotnya, serta pembukuan Kas Arisan terpisah. Sekali beli Rp49.000 dapat semua 5 template di paket untuk Excel, Google Sheets, dan HP.

Kesalahan pengurus arisan yang paling sering terjadi

Lebih praktis pakai buku tulis, grup WhatsApp, atau Excel/Google Sheets?

Untuk arisan kecil di bawah 8 orang yang semuanya selalu hadir membawa uang pas, buku tulis bergaris ditambah laporan di grup WhatsApp sudah cukup. Namun begitu peserta mencapai belasan atau puluhan orang, ada yang bayar lewat transfer, ada yang mencicil, dan ada yang mengambil 2–3 nomor sekaligus, buku tulis rawan penuh coretan tipe-x.

Menggunakan spreadsheet di Excel atau Google Sheets (yang bisa dibuka gratis dari HP) membuat perhitungannya jauh lebih aman. Sama seperti rumus dasar Excel pada pembukuan UMKM, rumus otomatis akan menjumlahkan setoran per anggota di setiap putaran, menghitung sisa tunggakan, dan mengurangi sisa hak kocok begitu nama pemenang diketik. Kamu juga bisa memotret atau membagikan tampilan tabel Status Setoran langsung ke grup WhatsApp agar semua peserta tenang.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Bagaimana cara mencatat anggota yang ikut 2 atau 3 nomor (slot) arisan?

Bisa dengan dua cara: menulis namanya satu baris lalu mengisi kolom Jumlah Slot = 2 (sehingga tagihan per putaran dan hak menang kocokannya otomatis dikali dua, seperti di Template Catatan Arisan), atau menulis namanya di dua baris terpisah dengan nomor urut, misalnya "Bu Maryam (Slot 1)" dan "Bu Maryam (Slot 2)".

Bagaimana kalau ada anggota yang membayar setoran untuk 2 putaran sekaligus di muka?

Catat pembayarannya menjadi dua baris sesuai nomor putarannya (misalnya Rp200.000 untuk Putaran 8 dan Rp200.000 untuk Putaran 9). Dengan begitu, status Putaran 9 milik anggota tersebut langsung tercatat Lunas lebih awal dan uangnya tersimpan di saldo titipan arisan.

Apa yang harus dilakukan supaya anggota yang sudah menang kocokan tetap disiplin membayar sampai putaran terakhir?

Buat kesepakatan tertulis sejak awal periode, catat dan umumkan status setoran setiap putaran secara terbuka di grup WhatsApp, serta jadwalkan batas setor tetap (misalnya setiap tanggal 5 setelah gajian). Transparansi catatan di grup biasanya jauh lebih efektif menjaga kedisiplinan dibanding menegur lewat pesan pribadi.

Apakah iuran konsumsi wajib ada di setiap arisan?

Tidak wajib. Kalau arisan dikocok secara online di grup WhatsApp atau di sela jam istirahat kerja tanpa jamuan makan, kolom iuran kas/konsumsi cukup dikosongkan (Rp0). Kalau ada iuran konsumsi atau kas sosial, pastikan dicatat di tabel terpisah dari uang kocokan utama.